Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

Friday, November 1

Kenapa dalam Al-Quran tiada bacaan yang sistematik?

Sejarahwan Thomas Carlyle menganggap Muhammad adalah salah satu pahlawan terhebat di dunia bahkan dia pun menyebut Al-Quran
"Bacaan berat yang pernah saya baca, tulisan campur aduk yang melelahkan."


Persoalan UMUM

SEMOGA Allah selalu memberi keselamatan bagi kita semua. Bolehkah beri petunjuk kepada saya kenapa ayat-ayat dalam Al-Quran tidak tersusun secara sistematik? Adakalanya ditemukan dengan pokok bahasan yang melompat-lompat dalam satu surah.

Bagaimana cara meraih makna dari kitab suci ini dengan baik sehingga boleh diamalkan dalam kehidupan kita? Apakah ada keperluannya jika kita mampu berbahasa arab dalam mempelajari Al -Quran?

Jawapan

Bacaan kita dianggap “sistematik” (logik, rasional, masuk akal, dan lain-lain) kalau bacaan itu masuk, fit, sesuai, muat dengan “skema” fakulti fikiran kita. Padahal, “bacaan” kita yang satu ini (al-Qur’an) justru bertujuan “mentransformasi” skema fakulti fikiran kita itu (bahkan seluruh fakulti kendiri kita).

Kalau kita baca sesuatu yang “sistematik” (yang nyaman masuk selera skema fikir kita), secara praktik kita takkan belajar apapun dari bacaan itu (jangankan ter-transformasi oleh bacaan itu).

Contoh, saya lancar dan nyaman baca buku-buku kebanyakan yang ada dipasaran, saya sudah biasa dengan alur fikir buku itu, jalan fikir argumen buku itu muat dengan skema fikir saya: maka secara praktik, saya tidak belajar apapun (yang baru, mendasar, ground-breaking, transforming knowledge) dari buku itu.

Kalau pun saya “merasa” belajar dan dapat sesuatu dari buku itu, itu sekadar ilusi, justifikasi, amplifikasi dari skema kerdil fikiran saya yang itu-itu saja, yang tak dapat pelajaran APAPUN dari buku itu.

Jadi, kembali ke laptop, tentang apa yang salah dengan al-Qur’an; yang salah adalah gagasan kita tentang yang “sistematik”, logik, masuk akal, dan lain-lain itu.

Allah mengHENDAKI menciptakan akal baru dalam diri kita, kalau dipaksa, supaya ia masuk akal sempit fikiran kita.

Kemampuan berbahasa ‘arab, dari sisi teknik tentu boleh dianggap membantu kalau itu yang diperlukan. Tapi pada prinsipnya, kita memahami al-Qur’an sejauh diri kita berhasil ditransformasi secara lahir dan batin olehnya. Lihat sekeliling ramai orang yang mampu berbahasa ‘arab tapi kenyataannya al-Qur’an sama sekali tidak mentransformasi dirinya, dan begitu banyak hal-hal dalam al-Qur’an yang belum mampu dia fahami.

Kesimpulan

Hal yang terpenting adalah, bahwa kita mulai jujur pada diri kita sendiri dalam beragama ini. Kita berhenti mengindoktrinasi diri bahwa kita memahami Qur’an, bahwa Qur’an adalah kitab teragung, bahwa Qur’an mencakup jawaban bumi dan langit, dan sebagainya. Hal itu memang benar, tapi ‘dari sisi mana?’YA kita sama sekali tidak faham.

dikupas dari sdr Alfathri Adlin

Monday, October 28

Mari Kita Berani

Kerana kita adalah orang yang selalu berusaha berfikir BENAR, tak henti berbuat keBAJIKan dan selalu berprinsip BIJAK. Bermodalkan BENAR, keBAJIKan dan BIJAK, mari kita
BERANI berpendapat,
BERANI berfikir,
BERANI mengkaji,
BERANI mengkritik,
BERANI berkreasi,
BERANI beinovasi,
BERANI mengevaluasi,
BERANI berbuat dan membela BENAR,
BERANI berbuat dan membela keBAJIKan dan
BERANI berbuat dan membela BIJAK.
BERANI berdemokrasi dengan cara ADIL


Mari kita BERANI !!!!!!

Saturday, October 26

IKHTIAR

ikhtiar dalam bahasa arab ertinya memilih KEMUNGKINAN TERBAIK. Jika asyik memilih saja itu bukan dikatakan IKHTIAR namanya

Monday, March 25

KUASAILAH DIRIMU TERHADAP SEGALA GODAAN


Mari kita mendalami sedikit tentang pengertian ‘budak’. Dalam kamus, budak diertikan sebagai abdi, hamba, jongos dan orang gaji. Ertinya seseorang atau sekelompok orang yang berada di bawah kuasa orang (pihak) lain. Budak selalu tergantung pada atasannya dan bekerja menurut perintah atasan yang mempekerjakannya. Seorang budak tidak mempunyai kebebasan untuk menentukan hala tuju hidupnya.

Lawan kata dari budak adalah tuan. Tuan adalah pihak yang berkuasa atas diri budaknya. Dalam pengertian umum, budak selalu dianggap jelek dan buruk, jauh dari nilai-nilai perikemanusiaan dan keadilan. Budak sering dianggap sebagai ‘milik’ dari yang memperbudaknya sehingga halal diperjual-belikan seperti barang. Itulah sebabnya muncul istilah ‘budak belian’. Seorang budak tidak akan sanggup menolak transaksi ini tanpa bantuan pihak lain yang mahu membelanya.


“SETIAP ORANG YANG MELAKUKAN DOSA ADALAH BUDAK (HAMBA) DOSA”
Kata-kata ini menjadi kejutan bagi kita yang sering bermain-main dengan dosa. Dosa tidak dianggap sebagai bagian dari perbudakan melainkan suatu kesenangan hidup (enjoy life). Memang, begitu menyenangkanlah bagi sebagian orang bermain-main dengan dosa. Mereka bahkan bersekongkol dengan si jahat untuk berbuat dosa.

Bagi orang-orang yang membaca kitab, kata-kata dan ajaran seperti ini justru membuat mereka tidak merdeka, meskipun kata-kata itu berisi kebenaran. Mereka tidak bebas melakukan apa saja yang mereka anggap benar. Mereka merasa terkongkong.

Tetapi dengan mantap maksudnya lebih jauh tentang kata ‘budak’. 'Tuan' tidak harus selalu dimengerti sebagai 'person' dalam pengertian manusia. Segala sesuatu yang mampu menggoda dan menguasai kita boleh dianggap sebagai tuan. Seseorang yang tidak sanggup menentukan sikapnya sendiri untuk memutuskan suatu hal, dan selalu berada di bawah perintah 'pihak' lain telah membuat dirinya menjadi budak. 

Seseorang diperbudak oleh calculator karena ia selalu tergantung dari hasil kiraan alat itu. 

Seseorang diperbudak internet karena tidak bisa lagi berjauhan dengan jaringan modern itu. 

Seseorang diperbudak oleh smart phone dan sejenisnya kerana hidupnya merasa hampa jika sehari saja tanpa mengaktifkannya. 

Intinya, setiap hal yang sifatnya menguasai kita (sementara kita tidak sanggup mengendalinya) telah menjadi tuan atas diri kita. Kita memberhalakannya lebih dari Tuhan.

Demikanlah halnya dengan dosa. Seseorang yang tunduk di bawah kuasa dosa adalah budak dosa. Jika Anda tidak mampu membatasi diri mengkonsumsi alcohol, bererti Anda telah diperbudak alcohol. Jika Anda tidak mampu menahan diri untuk tidak berselingkuh, bererti Anda telah diperbudak hawa nafsumu. Jika Anda tidak sanggup menguasai tubuh dan fikiranmu, bererti Anda telah menjadi budak dari tubuhmu sendiri. Jika Anda tidak mampu mengawal emosi dan kemarahan Anda bererti Anda telah diperbudak oleh obsesi dan idealisme Anda. 

Suatu keutamaanlah bagi kita jika mampu mengontrol diri terhadap segala godaan jahat. Dengan demikian si jahat tidak akan menjadi tuan yang harus kita abdi. Biarkanlah Tuhan saja menjadi Tuan bagi kita, bukan yang lain-lain.

Wednesday, July 6

SOLAT, SERUAN DAN DO'A

SOLAT

  • Makna SOLAT adalah komunikasi.
  • Berkomunikasi kepada Tuhan, tidak boleh hanya dibatasi dalam beberapa minit ritual yang kadang kita lupa melaksanakannya.
  • Atau tidak hanya dibatasi oleh ritual yang kadang-kadang kita tidak faham apa yang kita lafazkan.


SERUAN

  • Marilah kita berkomunikasi (solat) kepada Tuhan baik disaat kita melakukan ritual (5 waktu dan lain2) dan diluar waktu tersebut dengan kesedaran yang tinggi. Bukankah kita tidak boleh mendekati solat dalam keadaan mabuk (tidak sedar akan kerja dan ucapan kita)!
  • Mari kita persembahkan diri kita dan karya kita sepanjang waktu dan dimana saja kita berada selama kita masih menjadi hamba Nya!
  • Jangan pernah putuskan hubungan kita pada Nya walau hanya sedetik!


DOA

  • Semoga kesedaran kita tersebut akan senantiasa membawa hidup kita dalam kabajikan dan kebijakan yang di ridhaiNya. Amin